Jual Beras Cianjur Sehat, Aman, dan Enak (SAE)

      • 5 kg Rp. 60,000/kantong (Kode: SAE01)
      • 20 kg Rp. 228,000/karung (Kode: SAE02)
      • 25 kg Rp. 273,000/karung (Kode: SAE03)

Beras SAE adalah beras yang dihasilkan oleh tanaman padi yang ditanam dengan menggunakan teknologi pertanian ramah lingkungan. Analisa dan uji laboratorium secara berkala di laboratorium Balitbiogen Bogor sejak 2002 hingga sekarang, hasilnya menyatakan bahwa Beras SAE bebas dari residu petsisida golongan Organokloron, Organophospate, karbamat, dan Piretroid.

Beras SAE sudah mendapat ijin perdagangan dan merk terdaftar No. DOO 2007005776, Dinkes Bogor P-IRT No. 2153201119 dan BB-BIOGEN Laporan Hasil Pengujian No. 080/ LB/ VII/ 2006

Beras SAE memiliki karakteristik yang khas; warna beras tidak terlalu putih (tidak dilakukan proses polish berkali-kali sehingga sebagian kulit ari masih tertempel di beras), bila dimasak memiliki warna nasi yang putih, pulen dan beraroma wangi, dan tidak cepat basi dibandingkan beras biasa.

Mengkonsumsi beras SAE adalah wujud kepedulian kita terhadap kesehatan tubuh dan keikutsertaan dalam mendukung pengembangan pertanian ramah lingkungan yang aman bagi kita, petani dan keanekaragaman hayati.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Harga Beras Menjelang Kenaikan BBM

berasKARAWANG, JABAR – Harga beras di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikannya sampai Rp 1.000 per kilogram. Ada dua faktor penyebab kenaikan ini, yaitu hasil panen musim rendeng yang jelek serta dipicu rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Yatni (52 tahun), pemilik toko beras grosir, di Pasar Cikampek, Karawang, mengatakan kenaikan itu sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Untuk beras kualitas sedang, saat ini harganya Rp 8.200 per kilogram.

Tadinya, hanya Rp 7.200 per kilogram. Sedangkan, kualitas jelek mencapai Rp 7.000 dari Rp 6.000 per kilogram. Untuk kualitas super, mencapai Rp 9.500 dari sebelumnya Rp 8.500 per kilogram. “Kenaikan ini, disebabkan jeleknya hasil panen rendeng.

Sehingga, suplai berasnya berkurang,” ujar Yatni, Kamis (13/6). Selain karena hasil panen yang jelek, pemicu kenaikan ini disebabkan kebijakan pemerintah yang akan menaikan BBM. Jadi, para tengkulak beras akhirnya menaikan harga komoditi itu. Saat harga beras normal, lanjut dia, biasanya pelanggan akan membelinya dengan sistem karungan. Misalkan, sekarung yang 15-25 kg. Akan tetapi, karena sekarang harganya mahal, jadi mereka banyak yang membeli dengan sistem literan.

Maksimalnya juga 10 liter. Aam Amirah (63 tahun), ibu rumah tangga asal Perum Sukaseuri, Cikampek, mengaku, kenaikan harga beras saat ini sudah gila-gilaan. Bahkan, untuk satuan liter kenaikannya sangat tinggi. Biasanya, dua liter beras harganya hanya Rp 11 ribu kini jadi Rp 15 ribu. “Jadi, naiknya sampai Rp 4.000 per dua liter,”.

Sumber : http://news.loveindonesia.com/news/en/news/detail/209889/harga-beras-melejit-di-lumbung-jabar

Dipublikasi di Harga Beras | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Ingin Tahu Ciri-Ciri Beras pake Pemutih?

Akhir-akhir ini di salah statsiun TV swasta menayangkan para penjual beras yang menggunkan chlorin alias pemutih pakainan agar berasnya terlihat putih bersih. Mau tau salah satu ciri-ciri beras yang pakai pemutih, berikut adalah ungkapan Cindy saat melihat tayangan TV itu, dikutip dari blog pribadinya.

Cindy dapet info dari TV, menurutnya kalau dicuci air cuciannya tidak keruh seperti biasanya .. tapi cucian berasnya tetap bening… warna butirannya juga lebih mengkilat dari beras pada umumnya. Serem ya? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Beras Tidak Sehat | Meninggalkan komentar

Beras Impor Pake Zat Pemutih

Kualitas beras impor disangsikan pedagang beras. Pasalnya beras impor khususnya yang berasal dari Thailand disinyalir mengandung zat pemutih agar bisa menutupi kualitas beras yang sudah lama disimpan di gudang tersebut.

“Memang enggak semua beras impor khususnya yang dari Thailand kualitasnya jelek, ada juga yang bagus. Namun, setahu saya biasanya beras impor yang ada di Bulog itu pakai obat pemutih, biar enggak kelihatan beras stok lama,” ungkap Kulyadi, seorang pedagang beras di Cikini, Jakarta Pusat ketika ditemui okezone, Minggu (10/7/2011). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Beras Tidak Sehat | Tag | Meninggalkan komentar